Prediksi BMKG Terhadap Siklon Grant di 9 Provinsi, Pemerintah Utamakan Mitigasi Bencana

Siklon Grant Ancam 9 Provinsi, Mitigasi Jadi Prioritas Pemerintah

KLIKBERITA24.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem menyusul pergerakan Siklon Tropis Grant di wilayah Samudra Hindia.

Fenomena atmosfer ini diperkirakan akan mengalami penguatan dalam 24 jam ke depan dan berpotensi memicu hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG pun meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama karena kondisi ini terjadi bertepatan dengan masa libur cuti bersama Natal 2025.

Keberadaan Siklon Tropis Grant tidak berdiri sendiri. BMKG juga mencermati kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S yang turut memengaruhi dinamika cuaca nasional.

Kombinasi dua sistem atmosfer ini dinilai dapat meningkatkan risiko cuaca ekstrem di berbagai daerah, mulai dari hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia.

Prakirawan BMKG, Masayu, menjelaskan bahwa posisi Siklon Tropis Grant saat ini terpantau berada di Samudra Hindia bagian selatan Bengkulu.

BMKG Prediksi Siklon Grant, Pemerintah Fokus Mitigasi di 9 Provinsi

Sistem cuaca tersebut membawa kecepatan angin maksimum hingga 35 knot atau setara 65 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum mencapai 997 hPa.

Kondisi ini menunjukkan bahwa siklon berada pada fase aktif dan berpotensi berkembang lebih lanjut.

BMKG memprediksi dalam waktu 24 jam ke depan, Siklon Grant berpeluang meningkat menjadi siklon tropis kategori dua.

Peningkatan intensitas ini berpotensi memperluas dampak cuaca ekstrem, khususnya di wilayah pesisir barat dan selatan Indonesia.

Oleh karena itu, masyarakat di daerah rawan diminta tidak lengah dan terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru.

Salah satu dampak langsung dari penguatan siklon ini adalah terbentuknya fenomena low level jet, yaitu peningkatan kecepatan angin di lapisan bawah atmosfer yang melebihi 25 knot.

Kondisi ini terpantau di Samudra Hindia bagian barat Lampung dan berpotensi memperkuat pembentukan awan hujan.

Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya daerah konvergensi dan konfluensi angin yang memanjang dari perairan barat Bengkulu, Lampung, hingga wilayah selatan Banten.

Di sisi lain, Bibit Siklon Tropis 96S yang terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) juga turut memengaruhi kondisi atmosfer.

Meski peluang bibit ini berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat tergolong rendah, keberadaannya tetap memicu terbentuknya daerah konvergensi di wilayah NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian selatan.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan intensitas hujan di kawasan tersebut. BMKG menetapkan status waspada untuk sembilan provinsi yang diprakirakan terdampak hujan lebat hingga sangat lebat.

Wilayah tersebut meliputi Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Masyarakat di daerah tersebut diimbau mewaspadai potensi banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem. Secara khusus, BMKG memberikan perhatian pada sejumlah kota besar.

Warga Palembang dan Palangkaraya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan yang disertai petir dan kilat. Untuk itu BMKG beberapa kali menghimbau adanya hujan lebat jelang Nataru.

Sementara itu, Bengkulu dan Jakarta diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang yang berpotensi menimbulkan genangan di beberapa titik rawan.

Untuk wilayah Indonesia bagian timur, potensi hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Mamuju, Kendari, Makassar, dan Merauke.

Sebaliknya, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gangguan jarak pandang akibat asap dan kabut di wilayah Sorong. Kondisi ini dapat memengaruhi transportasi darat maupun udara.

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan akan mengalami hujan ringan.

Sementara beberapa daerah seperti Denpasar, Mataram, Kupang, Palu, Manado, Ternate, Ambon, dan sebagian Papua juga berada dalam kondisi serupa.

Adapun wilayah Banda Aceh dan Gorontalo diprediksi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal.

Pemerintah menegaskan bahwa mitigasi bencana menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini.

Koordinasi lintas sektor terus diperkuat, termasuk dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat tetap terjaga.

BMKG mengimbau warga untuk selalu mengikuti informasi resmi dan segera mengambil langkah antisipatif demi keselamatan bersama.(*/nds)