Virus Corona Baru Ditemukan di Brasil, Ilmuwan Temukan Kemiripan dengan COVID-19

Sejumlah ilmuwan menemukan virus corona baru di Brasil yang disebut BRZ batCoV.
KLIKBERITA24.COM - Para ilmuwan mengumumkan penemuan virus corona baru yang ditemukan pada spesies kelelawar berjanggut atau moustached bats di Brasil.
Menurut laporan Times of India pada Sabtu, 8 November 2025, virus ini dinamai BRZ batCoV, dan hasil analisis genetik menunjukkan kemiripan yang signifikan dengan SARS-CoV-2, virus penyebab pandemi COVID-19.
Penemuan tersebut memunculkan dugaan bahwa virus-virus sejenis mungkin telah lama beredar di kawasan Amerika Latin, hanya saja tidak terdeteksi karena minimnya kegiatan pemantauan serta terbatasnya pengambilan sampel satwa liar di wilayah tersebut.
Para peneliti menilai temuan virus BRZ batCoV menjadi bukti penting tentang perlunya peningkatan pengawasan terhadap populasi kelelawar, mengingat virus yang berkembang di alam bisa berevolusi dan sewaktu-waktu memiliki potensi menular ke manusia.
Selain itu, studi ini memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana virus corona mengalami perubahan genetik dan berkembang secara alami seiring berjalannya waktu.
Dalam laporan yang diterbitkan melalui platform ilmiah BioRxiv, disebutkan bahwa keberadaan BRZ batCoV menjadi bukti kuat bahwa mutasi genetik penting dapat muncul secara alami tanpa keterlibatan laboratorium. Hal ini sekaligus memperkuat teori tentang evolusi alami virus corona di alam liar.
Salah satu aspek paling menarik dari BRZ batCoV adalah ditemukannya furin cleavage site, yaitu bagian kecil dalam struktur virus yang berperan besar dalam membantu virus masuk ke dalam sel inang, termasuk sel manusia.
Fitur tersebut sempat menimbulkan perdebatan global, karena sebelumnya dianggap sebagai bukti adanya manipulasi laboratorium terhadap virus COVID-19.
Namun, menurut Dr. Kosuke Takada dari Universitas Osaka, fitur seperti furin cleavage site sebenarnya bisa muncul secara alami melalui proses evolusi yang berbeda pada garis keturunan virus corona.
Dengan demikian, kemunculan fitur tersebut pada BRZ batCoV justru memperkuat teori bahwa struktur serupa pada SARS-CoV-2 juga bisa terjadi secara alamiah tanpa rekayasa manusia.

Virus BRZ batCoV konon ditemukan pada spesies kelelawar berjanggut.
Ahli virologi, seperti Prof. Stuart Neil dari King’s College London, menegaskan bahwa keberadaan furin cleavage site bukanlah hal langka, dan struktur ini juga ditemukan pada berbagai jenis virus lainnya.
Ia menambahkan, tekanan evolusi yang menyebabkan fitur ini terbentuk baik pada kelelawar maupun pada spesies lain setelah terjadinya perpindahan inang masih belum sepenuhnya dipahami oleh dunia sains.
Sementara itu, Prof. David Robertson dari University of Glasgow menjelaskan bahwa beberapa bagian genom virus corona memang sangat mudah mengalami mutasi.
Oleh sebab itu, munculnya fitur seperti furin cleavage site bisa dianggap sebagai fenomena alami yang berulang kali terjadi dalam siklus evolusi virus.
Virus BRZ batCoV sendiri ditemukan melalui analisis jaringan usus dari 70 ekor kelelawar yang ditangkap di wilayah Maranhao dan Sao Paulo, Brasil.
Sampai saat ini, belum ada bukti bahwa virus tersebut mampu menginfeksi manusia ataupun hewan lainnya. Selain itu, virusnya juga belum berhasil diisolasi secara fisik karena penelitian ini masih berbasis analisis genetik digital.
Walaupun tidak menunjukkan ancaman langsung, para peneliti menilai temuan virus BRZ batCoV menjadi pengingat penting mengenai urgensi pemantauan kesehatan satwa liar.
Hal tersebut terutama berlaku di wilayah-wilayah yang selama ini kurang diperhatikan, seperti Amerika Selatan, karena sebagian besar riset virus corona sebelumnya lebih berfokus di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.
Dr. Takada kembali menegaskan bahwa penemuan seperti BRZ batCoV menunjukkan potensi kemunculan penyakit baru dapat terjadi di mana saja di dunia, bukan hanya di wilayah tertentu.
Ia menilai bahwa memantau keragaman virus pada hewan liar menjadi langkah krusial dalam upaya mencegah penyebaran penyakit sebelum virus berevolusi dan menular ke manusia. (fam)








