Viral Dugaan Penipuan Toko Bakery Gluten Free di Jakarta, Konsumen Alami Alergi Parah

Heboh toko bakery gluten free di Jakarta diduga menipu, sebab produknya tidak sesuai klaim.
KLIKBERITA24.COM - Sebuah unggahan seorang ibu bernama Feliz Alice di media sosial viral setelah ia menceritakan kondisi anaknya yang kambuh alerginya usai mengonsumsi produk dari sebuah bakery yang mengklaim menjual produk gluten free.
Kisah ini menyita perhatian publik dan memunculkan kekhawatiran soal keaslian label produk bebas gluten di pasaran.
Melalui akun Instagram pribadinya, @feliz88eliz, Feliz membagikan unggahan pada 7 Oktober lalu. Ia memperlihatkan kondisi anaknya yang mengalami eczema dan reaksi alergi dengan badan kemerahan serta mata tampak lebam setelah makan produk roti dari bakery yang disebutnya gluten free.
Feliz menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah anaknya mengonsumsi produk dari sebuah toko roti yang mengklaim seluruh produknya bebas gluten.
Ia menyebut bahwa sejak awal sudah berhati-hati memilih makanan, namun tidak menyangka produk yang ia beli justru memicu reaksi alergi serius pada anaknya.
Dalam unggahan tersebut, Feliz turut menceritakan kronologi lengkap bagaimana ia akhirnya menyimpulkan bahwa bakery itu diduga tidak jujur terhadap klaim yang mereka pasarkan kepada pelanggan.
Kasus ini bermula dari kondisi Kai, putra Feliz yang baru berusia tiga bulan, ketika di tubuhnya muncul eczema.
Setelah berkonsultasi dengan dokter, Feliz diberi tahu bahwa Kai memiliki alergi yang menyebabkan munculnya ruam dan gatal pada kulit.
Sejak saat itu, Feliz menjalani pola makan ketat karena masih memberikan ASI kepada Kai. Berdasarkan saran dokter, ia hanya boleh mengonsumsi makanan gluten free, dairy free, dan egg free, serta menghindari kacang-kacangan yang berpotensi memicu reaksi alergi tambahan.
Dalam kondisi bingung menentukan pilihan makanan yang aman, seorang teman kemudian mengenalkan Feliz pada sebuah bakery berinisial BnG sekitar September 2024.
Dari bio di akun Instagramnya, bakery BnG mengklaim semua produknya bebas gluten, bebas susu, bebas telur, vegan, dan menggunakan pemanis alami berbasis Stevia serta plant based.
Feliz merasa sangat terbantu dengan keberadaan toko roti tersebut. Meski harga produknya cukup tinggi, ia tetap menjadi pelanggan setia karena percaya dengan label gluten free yang diklaim oleh pihak bakery.
Bahkan, sejak 11 Agustus 2025 lalu, ketika Kai sudah berusia 17 bulan, anaknya mulai makan langsung produk dari BnG bakery.
Namun, hanya dalam hitungan jam, muncul flare up di tubuh Kai yang membuat Feliz panik dan bingung. Ia segera membawa Kai ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mulai curiga bahwa penyebabnya berasal dari makanan yang baru saja dikonsumsi.

Seorang konsumen balita mengalami alergi parah usai mengonsumsi roti yang konon diklaim gluten free.
Tidak ingin menduga-duga, Feliz kemudian memutuskan melakukan tes laboratorium terhadap produk BnG bakery yang dikonsumsi anaknya. Hasil uji menunjukkan bahwa produk tersebut positif mengandung gluten, meskipun bakery itu mengklaim sebaliknya.
Hal tersebut membuat Feliz merasa sangat kecewa dan marah. Kekecewaannya semakin bertambah setelah mengetahui bahwa produk-produk yang dijual BnG bakery diduga bukan hasil produksi mereka sendiri.
Dari informasi yang ia temukan, bakery tersebut membeli produk dari toko roti ternama lain, kemudian melakukan repackage dengan kemasan baru seolah-olah diproduksi sendiri.
Lebih parah lagi, produk hasil repackage itu dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibanding harga asli di tempat asalnya.
Dugaan penipuan ini membuat unggahan Feliz viral dan menuai banyak respons dari warganet, terutama para orang tua yang juga mengandalkan produk gluten free untuk anaknya yang memiliki alergi.
Feliz terus mengunggah tangkapan layar berisi keluhan dari konsumen lain yang mengalami hal serupa setelah membeli produk dari BnG bakery.
Sejumlah pembeli lain juga mengaku kecewa karena merasa telah tertipu dengan label bebas gluten yang ternyata tidak sesuai kenyataan.
Sementara itu, akun Instagram resmi BnG bakery kini telah hilang dari platform. Owner dari toko roti tersebut diketahui mengunci akun pribadinya dan hingga saat ini belum memberikan klarifikasi resmi atau pernyataan publik terkait tuduhan tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan besar, karena menyinggung kepercayaan konsumen terhadap produk yang mengklaim bebas gluten. Publik berharap otoritas terkait dapat menelusuri kasus ini agar konsumen tidak lagi menjadi korban praktik penjualan produk makanan dengan klaim yang menyesatkan.
(fam)








