Ucapan Pedas Rocky Gerung, Sebut Purbaya Hanya Cari Sensasi Politik

Rocky Gerung lempar sindiran tajam kepada Menkeu Purbaya saat kuliah umum di Tarakan.
KLIKBERITA24.COM - Langit Tarakan sore itu tampak kelabu, namun suasana di aula Universitas Borneo Tarakan (UBT) justru penuh riuh tawa dan tepuk tangan mahasiswa.
Di atas panggung, Rocky Gerung—filsuf sekaligus pengamat politik yang dikenal dengan gaya bicara tajam dan satir—baru saja melontarkan komentar pedas yang langsung menyita perhatian audiens.
Bukan soal filsafat atau demokrasi seperti biasanya, kali ini Rocky berbicara tentang sosok Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, yang belakangan ini sering jadi sorotan publik lewat berbagai kebijakan dan gaya komunikasinya yang mencolok.
Acara tersebut bertajuk “Etika Berpikir dalam Demokrasi” dan turut dihadiri anggota Komisi VI DPR RI sekaligus politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus.
Awalnya suasana berlangsung akademis hingga seorang mahasiswa bertanya mengenai pandangan Rocky terhadap kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Purbaya.
Sejak saat itu, forum yang awalnya tenang berubah menjadi ajang sindiran yang penuh gelak tawa.
“Purbaya itu artinya pura-pura banyak gaya, seorang menteri keuangan yang sekarang sedang naik daun,” ucap Rocky dengan nada satir, memancing tawa seluruh peserta, Senin (27/10/2025).
Rocky menilai bahwa masyarakat kini kerap terjebak dalam pencitraan yang dibangun media, sehingga substansi kebijakan sering kali terabaikan.

Rocky Gerung melontarkan kritik pedas kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kuliah umum di Universitas Borneo Tarakan.
Menurutnya, Purbaya menjadi “media darling” baru, sosok yang dielu-elukan bukan karena kinerja konkret, tetapi karena tampil berani dan ceplas-ceplos di hadapan publik.
Di balik popularitas itu, Rocky menyoroti satu kebijakan besar yang menurutnya belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat, yakni penyaluran dana Rp200 triliun ke bank-bank milik negara atau Himbara.
Kebijakan tersebut sempat diklaim Purbaya sebagai bukti bahwa penyerapan dana pemerintah di sektor perbankan berjalan baik.
Namun bagi Rocky, langkah itu justru menunjukkan lemahnya analisis mendalam dalam pengambilan keputusan ekonomi berskala besar. Ia menilai keputusan tersebut mengandung risiko tinggi dan terkesan diambil tanpa kajian menyeluruh.
Rocky kemudian melanjutkan kritiknya dengan menyebut bahwa kebijakan seperti itu lebih terlihat sebagai bentuk pencarian sensasi daripada upaya membangun fondasi ekonomi yang kokoh.
“Menurut saya, Purbaya tidak ada pikiran komprehensif karena hanya mau mencari sensasi saja,” tegas Rocky.
Pernyataannya tak berhenti di situ. Ia juga menyinggung ide “Sumitronomics”—konsep ekonomi yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dan sempat diklaim akan diimplementasikan oleh Purbaya.
Namun menurut Rocky, jargon semacam itu hanya akan menjadi slogan kosong tanpa adanya strategi konkret untuk memperkuat ekonomi rakyat.
“Itu pentingnya mahasiswa juga baca dengan bagus. Purbaya mengklaim dia akan menjalankan Sumitronomics karena itu ada ideologi ekonomi dari Presiden Prabowo,” ujar Rocky menutup pembahasannya.
Kritik tersebut segera menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang menilai bahwa komentar Rocky hanyalah bagian dari gaya khasnya yang tajam dan sering menggugat logika para pejabat publik.
Namun, tak sedikit pula yang menilai bahwa sindiran tersebut ada benarnya dan perlu dijawab secara terbuka oleh Kementerian Keuangan.
Publik kini menanti, apakah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan memberikan klarifikasi dengan data dan argumentasi ekonomi yang kuat, atau justru memilih untuk diam sebagai bentuk penghormatan terhadap kebebasan berpikir.
Satu hal yang pasti, Rocky Gerung kembali menunjukkan kemampuannya menjadikan ruang akademik sebagai panggung intelektual yang menggugat cara berpikir pejabat negara.
Dan kali ini, sorotan tajamnya tertuju langsung kepada sosok Purbaya, sang menteri yang disebut “banyak gaya” oleh sang filsuf. (vip)








