Macron Akui Palestina, Prabowo dan Delegasi KTT PBB Berikan Standing Ovation

Macron menegaskan pengakuan Prancis terhadap Palestina. Ia juga menyerukan perlunya perdamaian di kawasan konflik
KLIKBERITA24.COM - Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Palestina di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, memberikan tepuk tangan meriah saat Presiden Prancis Emmanuel Macron berpidato.
Tepuk tangan itu terjadi ketika Macron mengumumkan bahwa Prancis mengakui Negara Palestina.
KTT ini digelar pada Senin, 22 September 2025, siang waktu New York. Presiden Macron hadir sebagai co-chair bersama Arab Saudi, menjadi pembicara pertama.
Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberikan sambutan.
Dalam pidatonya, Macron menegaskan pengakuan Prancis terhadap Palestina. Ia juga menyerukan perlunya perdamaian di kawasan konflik, menegaskan bahwa waktunya telah tiba untuk menciptakan kesepakatan yang adil.
“Hari ini, saya menyatakan bahwa Prancis mengakui Negara Palestina,” ujar Macron.
Macron menekankan bahwa tujuan utama kehadirannya di KTT adalah untuk membuka jalan bagi perdamaian. Ia menilai setiap pihak memiliki tanggung jawab menjaga kemungkinan tercapainya solusi dua negara.
“Inilah alasan utama mengapa hari ini, di ruang sidang ini, kita harus membuka jalan bagi perdamaian,” kata Macron.
“Inilah tanggung jawab kita, untuk melakukan segala daya upaya kita guna menjaga kemungkinan solusi dua negara,” imbuhnya.
Menurut laporan BBC, Macron menegaskan, “waktu perdamaian telah tiba” dan menekankan bahwa tidak ada yang membenarkan perang yang sedang berlangsung di Gaza.
Ia juga mengungkapkan bahwa Belgia, Luksemburg, Malta, Andorra, dan San Marino akan menyusul mengakui Palestina, setelah Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal lebih dulu melakukannya.
Macron menyerukan Israel menghentikan perang dan melepaskan sandera yang ditawan Hamas. Ia mengingatkan tentang risiko perang tanpa akhir dan menekankan bahwa “kebenaran harus selalu menang atas kekuatan.”
“Kita harus melakukan segala upaya untuk menjaga kemungkinan solusi dua negara yang akan mempertemukan Israel dan Palestina dalam perdamaian dan keamanan,” jelas Macron.
Selain itu, Macron menyatakan Prancis siap berkontribusi pada misi stabilisasi di Gaza. Ia menyerukan pembentukan pemerintahan transisi yang melibatkan Otoritas Palestina untuk mengawasi pembubaran Hamas.
Namun, Macron menegaskan, Prancis baru akan membuka kedutaan besar di Palestina setelah semua sandera dibebaskan dan gencatan senjata disepakati.
Tepuk tangan meriah juga datang dari Presiden Prabowo Subianto. Ia berdiri dan menepuk tangan bersama anggota delegasi Indonesia lainnya.
Seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani.
Apresiasi yang sama diberikan oleh hampir seluruh delegasi peserta KTT, termasuk Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour.
Selain memberikan standing ovation, Prabowo juga menyampaikan pidato. Ia menekankan pentingnya pengakuan dunia terhadap Negara Palestina dan perlunya menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza.
“Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza,” ujar Prabowo dalam bahasa Inggris di Markas PBB.
Prabowo menekankan prioritas utama saat ini adalah mengakhiri perang dan mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia.
“Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita. Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan, dan kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia,” kata Prabowo.
Ia juga menegaskan kesiapan Indonesia mengambil langkah konkret dalam perjalanan menuju perdamaian, termasuk menyediakan pasukan penjaga perdamaian.
“Kita siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kita bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian,” tambah Prabowo.
Pidato Macron yang mengumumkan pengakuan Palestina dan langkah diplomatiknya mendapat apresiasi luas. Reaksi positif itu terlihat dari tepuk tangan meriah seluruh delegasi KTT, termasuk delegasi Indonesia.
KTT ini menjadi momen penting bagi diplomasi internasional, menandai dukungan sejumlah negara terhadap pengakuan Palestina. Langkah Macron sekaligus menegaskan komitmen Prancis dalam upaya perdamaian dan stabilisasi kawasan.
Keputusan ini juga membuka peluang bagi negara lain di Eropa untuk mengikuti langkah pengakuan, memperkuat tekanan diplomatik terhadap gencatan senjata dan penyelesaian konflik Israel-Palestina. (WAN)








