Kronologi Pramugari Gadungan yang Viral, Nekat Pakai Seragam Batik Air Demi Bohongi Orang Tua

Viral perempuan rela membeli atribut pramugari Batik Air lengkap untuk membohongi orang tua dan keluarga atas pekerjaannya.
KLIKBERITA24.COM - Seorang perempuan berinisial KN (23) melakukan tindakan nekat dengan terbang dari Palembang menuju Bandara Soekarno-Hatta mengenakan seragam pramugari Batik Air. Tindakan itu dilakukan bukan untuk bekerja, melainkan untuk mempertahankan kebohongan kepada orangtuanya bahwa ia sudah menjadi pramugari.
Kisah ini akhirnya terungkap ketika kru Batik Air menyadari adanya kejanggalan pada seragam yang dipakai KN di dalam kabin pesawat.
KN disebut sebelumnya pernah melamar menjadi pramugari Batik Air, namun tidak berhasil melewati seleksi. Kegagalan itu membuatnya malu untuk memberi tahu orangtuanya, sehingga ia memutuskan untuk berbohong.
“Dia ngelamar kerja jadi pramugari, namun ternyata gagal,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Untuk meyakinkan keluarganya bahwa ia memang bekerja sebagai pramugari, KN mengenakan seragam Batik Air saat hendak pergi ke Jakarta.
“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,” jelas Yandri.
Agar cerita yang sudah ia sampaikan kepada keluarga tetap konsisten, KN membeli berbagai atribut pramugari Batik Air melalui toko daring. Ia menyiapkan seragam, koper berlogo maskapai, hingga name tag palsu, semuanya untuk menciptakan kesan profesional.
“Baju pramugarinya itu beli online shop. Termasuk kopernya juga,” tambah Yandri.
Pihak Batik Air menegaskan, seluruh atribut yang digunakan KN bukan bagian dari inventaris resmi maskapai. Perusahaan tidak pernah mengeluarkan atau menjual seragam dan atribut tersebut kepada pihak luar.
“Seluruh atribut yang digunakan oknum tersebut bukan inventaris resmi Batik Air, tidak pernah didistribusikan oleh perusahaan,” kata Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Kecurigaan terhadap KN pertama kali muncul saat kru kabin Batik Air bertugas di penerbangan rute Palembang-Jakarta ID 70-508.
Ketika melakukan inflight service, staf menyadari ada seorang “pramugari” duduk di bangku penumpang dengan seragam yang tampak berbeda dari standar maskapai.
“Kru kami mengenali adanya kejanggalan saat fase inflight service, kemudian melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan,” ujar Danang.

Sosok perempuan berinisial KN yang nekat menyamar sebagai pramugari Batik Air.
Kecurigaan makin kuat ketika kru memperhatikan motif rok KN yang berbeda dari pramugari resmi lainnya. Meskipun demikian, kru kabin memilih tetap tenang untuk menjaga keselamatan penerbangan dan tidak menimbulkan kegaduhan.
Setelah pesawat mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, petugas Avsec menindaklanjuti laporan tersebut dan memeriksa KN. Ia tidak dapat menunjukkan identitas sebagai staf Batik Air, sehingga petugas membawanya ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Di kantor polisi, KN mengaku bahwa ia sebenarnya masih mencari pekerjaan di Jakarta dan berbohong soal statusnya karena malu kepada keluarga.
“Sebenarnya dia masih cari kerja. Mengaku sudah bekerja itu karena malu sama keluarga,” kata Yandri.
KN juga mengungkapkan bahwa ia berencana mengganti pakaian di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Namun, karena waktu boarding yang mepet, ia terpaksa melakukan penerbangan ke Jakarta dengan seragam itu.
“Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Yandri.
Batik Air memastikan bahwa KN tercatat sebagai penumpang sah karena membawa boarding pass resmi.
“Berdasarkan hasil penelusuran, oknum tersebut tercatat sebagai penumpang yang sah, dengan membawa dan menunjukkan boarding pass resmi,” ujar Danang.
Setelah pemeriksaan, pihak Batik Air memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum. Namun, maskapai menegaskan syarat agar KN tidak mengulangi tindakannya dan menyerahkan seluruh atribut yang menyerupai seragam resmi.
“Barang-barang berbau Batik, seperti baju dan koper, disita. Ia juga membuat surat pernyataan dan video permohonan maaf,” kata Yandri.
Dalam video permohonan maaf itu, KN menegaskan bahwa ia bukan pramugari Batik Air dan meminta maaf kepada pihak maskapai serta Lion Group.
“Video ini saya buat pernyataan dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun. Terima kasih,” ucap KN. (fam)








